Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamic. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Syahwat haram

Rosulullah saw bersabda,
"Ada tujuh golongan
manusia yang tidak akan
dilihat dan disucikan
ALLAH pada hari kiamat.
Dan ALLAH berfirman :
"Masuklah kalian ke dalam
api neraka bersama
orang-orang yang akan
masuk! (yaitu) dua orang
pelaku perbuatan kaum
Nabi Luth, orang yang
menyetubuhi tangannya
sendiri (onani), orang yg
menyetubuhi binatang,
orang yg menyetubuhi
perempuan pada
duburnya (bokongnya),
orang yang
mengumpulkan (sebagai
istri) antara seorang
perempuan dengan anak
perempuannya, orang yg
berzina dengan istri
tetangganya dan orang yg
berbuat jahat pada
tetangganya hingga dia
melaknatinya". (Bercinta
dengan ALLAH, 2010)

Sabtu, 12 Maret 2011

Sudah cukupkah bekal menghadapi hari kiamat???

Malik bin dinar, seorang
muslim yg meski
beribadah tapi maksiat
juga jalan. Ia mempunyai
seorang anak gadis yg
meninggal waktu berusia
2 tahun.
Suatu ketika ia mabuk dan
tertidur kemudian
bermimpi. Ia bermimpi
hari kiamat telah tiba dan
ia dibangkitkan dari kubur.
Tiba2 ada seekor ular
besar menyerbu
kearahnya shg ia lari dg
kencang, di tengah jalan ia
bertemu dg syekh
berpakaian putih. ia
meminta tolong pd syekh
tsb, tp syekh tsb
mengaku lemah dan tidak
mampu menolongnya. Ia
terus lari menuju bukit
dan akhirnya ia ditolong
oleh seorang gadis kecil
yg ternyata anaknya.
Ia bercerita kpd anaknya
tentang ular dan syekh
tsb. Anaknya menjelaskan
ular besar tsb adalah
jelmaan kemaksiatan yg
selama ini dilakukan
ayahnya, dan ular tsb yg
akan menggiringnya
masuk neraka. Sedangkan
syekh tsb adalah amalan
saleh ayahnya yg sedikit
shg tidak mampu
menolong..
Malik pun terbangun, ia
langsung memecahkan
semua botol miras dan
bertobat kpd Allah swt.
akhirnya ia menjadi alim
dan sufi ternama.

Semua yang kamu cintai akan menghilang darimu

Engkau mengaku cinta
kepada ALLAH SWT tetapi
engkau masih mencintai
selain DIA. DIA adalah
DZAT yang suci,
sedangkan yang selain
DIA adalah noda. Apabila
engkau mengotori
sesuatu yang suci dengan
mencintai selain DIA,
maka cintamu telah
tercemar. ALLAH akan
memperlakukanmu
sebagaimana
memperlakukan Nabi
Ibrahim as dan Nabi
Ya'kub as ketika keduanya
terlalu mencintai anak-
anaknya, maka ALLAH
menguji mereka dengan
anak tersebut (Nabi
Ibrahim diperintahkan
menyembelih Nabi Ismail
as, Nabi Ya'kub as
dipisahkan dari Nabi Yusuf
as). Demikian halnya
dengan Nabi Muhammad
saw ketika Beliau terlalu
mencintai kedua cucunya,
Hasan dan Husain, maka
Jibril datang dengan
membawa kabar duka,
bahwa salah satu dari
mereka akan meninggal
dunia dengan cara diracun
dan yang satunya lagi
mati terbunuh. Maka
keduanya keluar dari hati
Beliau, Beliau memurnikan
hatinya kembali untuk
ALLAH SWT lalu
berubahlah rasa cinta
kepada keduanya menjadi
kesedihan (Syaikh Abdul
Qadir Jailani)

Siksa perbuatan zina

Rosulullah saw bersabda,
" Tadi malam aku
bermimpi bertemu
dengan dua orang lelaki
dan membawaku keluar.
aku pergi bersama
mereka, tiba-tiba ada
sebuah rumah yg
berbentuk seperti tungku
perapian, atasnya sempit
sementara bawahnya
luas. dibawahnya
dinyalakan api yg
didalamnya terdapat
kaum lelaki dan wanita yg
telanjang. apabila apinya
dinyalakan, mereka naik
ke atas hingga mereka
hampir keluar. apabila
apinya padam, mereka
kembali ke tempat
semula. aku lalu bertanya,
"siapakah mereka itu?" Dia
menjawab, "mereka
adalah para pezina'". (HR
Bukhari)
siksaan yg mereka alami
itu sesuai dg perilaku
mereka saat didunia, yaitu
setiap kali mereka
berkeinginan untuk
bertobat dengan
meninggalkan perbuatan
zina dan keluar dari
tungku perapian syahwat
menuju keindahan tobat,
mereka dikembalikan lagi
dengan mengulangi
perbuatan yang sama
setelah mereka hampir
saja keluar dari kubangan
dosa. (Bercinta dengan
ALLAH,

Maksiat

Sadarilah kelalaianmu,
sesungguhnya engkau
berada dlm kelalaian yg
paling besar, malah
seolah-olah kalian
menatap ke arah tempat
tinggal yaitu surga.
Kalian semua telah
berbuat maksiat kpd
ALLAH, namun engkau
tdk menyadarinya, apalagi
bertaubat. Bahkan kalian
menganggap bahwa
dosa-dosa itu dilupakan.
Sungguh semua itu
tertulis dalam kitabmu dan
semua akan
diperhitungkan dan diberi
balasan.(Syaikh Abdul
Qadir Jailani)

Jumat, 11 Maret 2011

Aku tidak lebih dulu di surga

Aku tidak tahu dimana
berada. Meski sekian
banyak manusia berada
disekelilingku, namun aku
tetap merasa sendiri dan
ketakutan. Aku masih
bertanya dan terus
bertanya, tempat apa ini,
dan buat apa semua
manusia dikumpulkan.
Mungkinkah, ah . aku tidak
mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin
menjadi-jadi, tatkala
seseorang yang tidak
pernah kukenal
sebelumnya
mendekati dan menjawab
pertanyaan hatiku. "Inilah
yang disebut Padang
Mahsyar," suaranya begitu
menggetarkan jiwaku.
"Bagaimana ia bisa tahu
pertanyaanku," batinku.
Aku menggigil, tubuhku
terasa lemas, mataku
tegang mencari
perlindungan dari
seseorang yang kukenal.
Kusaksikan langit
menghitam, sesaat
kemudian bersinar
kemilauan. Bersamaan
dengan itu, terdengar
suara
menggema. Aku baru
sadar, inilah hari
penentuan,
hari dimana semua
manusia akan menerima
keputusan akan balasan
dari
amalnya selama hidup
didunia. Hari ini pula akan
ditentukan nasib manusia
selanjutnya, surgakah
yang
akan dinikmati atau adzab
neraka yang siap menanti.
Aku semakin takut.
Namun
ada debar dalam dadaku
mengingat amal-amal
baikku didunia.
Mungkinkah
aku tergolong orang-
orang
yang mendapat kasih-Nya
atau jangan-jangan .
Aku dan semua manusia
lainnya masih menunggu
keputusan dari Yang
menguasai hari
pembalasan. Tak lama
kemudian, terdengar lagi
suara menggema tadi
yang
mengatakan, bahwa
sesaat
lagi akan dibacakan daftar
manusia-manusia yang
akan menemani Rasulullah
SAW di surga yang indah.
Lagi-lagi dadaku berdebar,
ada keyakinan bahwa
namaku termasuk dalam
daftar itu, mengingat
banyaknya infaq yang aku
sedekahkan. Terlebih lagi,
sewaktu didunia aku
dikenal
sebagai juru dakwah.
"Kalaulah banyak orang
yang kudakwahi masuk
surga, apalagi aku," pikirku
mantap.
Akhirnya, nama-nama
itupun mulai disebutkan.
Aku masih beranggapan
bahwa namaku ada dalam
deretan penghuni surga
itu,
mengingat ibadah-ibadah
dan perbuatan-perbuatan
baikku. Dalam daftar itu,
nama Rasulullah
Muhammad SAW sudah
pasti tercantum pada
urutan teratas, sesuai janji
Allah melalui Jibril, bahwa
tidak satupun jiwa yang
masuk kedalam surga
sebelum Muhammad
masuk. Setelah itu
tersebutlah para
Assabiquunal Awwaluun.
Kulihat Fatimah Az Zahra
dengan senyum
manisnya
melangkah bahagia
sebagai
wanita pertama yang ke
surga, diikuti para istri-istri
dan keluarga rasul lainnya.
Para nabi dan rasul Allah
lainnya pun masuk dalam
daftar tersebut. Yasir dan
Sumayyah berjalan
tenang
dengan predikat Syahid
dan
syahidah pertama dalam
Islam. Juga para sahabat
lainnya, satu persatu para
pengikut terdahulu Rasul
itu
dengan bangga
melangkah
ke tempat dimana Allah
akan membuka tabirnya.
Yang aku tahu, salah satu
kenikmatan yang akan
diterima para penghuni
surga adalah melihat
wajah
Allah. Kusaksikan para
sahabat Muhajirin dan
Anshor yang tengah
bersyukur mendapatkan
nikmat tiada terhingga
sebagai balasan kesetiaan
berjuang bersama
Muhammad menegakkan
risalah. Setelah itu
tersebutlah para
mukminin
terdahulu dan para
syuhada
dalam berbagai
perjuangan
pembelaan agama Allah.
Sementara itu, dadaku
berdegub keras
menunggu
giliran. Aku terperanjat
begitu melihat rombongan
anak-anak yatim dengan
riang berlari untuk segera
menikmati kesegaran
telaga
kautsar. Beberapa dari
mereka tersenyum sambil
melambaikan tangannya
kepadaku. Sepertinya aku
kenal mereka. Ya Allah,
mereka anak-anak yatim
sebelah rumahku yang
tidak pernah kuperhatikan.
Anak-anak yang selalu
menangis kelaparan
dimalam hari sementara
sering kubuang sebagian
makanan yang tak habis
kumakan.
"Subhanallah, itu si Parmin
tukang mie dekat
kantorku,"
aku terperangah
melihatnya
melenggang ke surga.
Parmin, pemuda yang
tidak
pernah lulus SD itu pernah
bercerita, bahwa sebagian
besar hasil dagangnya ia
kririmkan untuk ibu dan
biaya sekolah empat
adiknya. Parmin yang
rajin
sholat itu, rela berpuasa
berhari-hari asal ibu dan
adik-adiknya di kampung
tidak kelaparan. Tiba-tiba,
orang yang sejak tadi
disampingku berkata lagi,
"Parmin yang tukang mie
itu lebih baik dimata Allah.
Ia bekerja untuk
kebahagiaan orang lain."
Sementara aku, semua
hasil
keringatku semata untuk
keperluanku.
Lalu berturut-turut lewat
didepan mataku, mbok
Darmi penjual pecel yang
kehadirannya selalu
kutolak,
pengemis yang setiap hari
lewat depan rumah dan
selalu mendapatkan kata
"maaf" dari bibirku dibalik
pagar tinggi rumahku.
Orang disampingku
berbicara lagi seolah
menjawab setiap
pertanyaanku meski tidak
kulontarkan, "Mereka
ihklas,
tidak sakit hati serta tidak
memendam kebencian
meski kau tolak."
Masya Allah . murid-
murid
pengajian yang aku bina,
mereka mendahuluiku ke
surga. Setelah itu,
berbondong

Sabtu, 05 Maret 2011

Pengakuan Dosa

Disuatu malam dari
malam-malamku
Aku tidak tahu apa
yang menimpa
diriku
Kegelapan
memenuhi diriku
Bumi dan langit
dirasakan sempit
Dan hatiku tidak
menjumpai cahaya
Dan air mataku
senantiasa mengalir
Aku ingkar dan
dosa-dosa besar
Dan sesungguhnya
aku dalam
kesedihan yang
amat
Dibelenggu oleh
dosa-dosa
Dan adakah layak
keampunan buat
orang yang
berdosa ?
Orang yang penuh
dengan noda
Orang yang penuh
dengan kotoran
Orang yang penuh
dengan dosa-dosa
Engkau yang
menjadikanku
Mengasihiku dan
mengaruniakanku
rezeki
Engkau selalu
bersama-samaku
Tetapi aku telah jauh
dariMu
Tetapi aku jauh
dariMu
Dan aku berjalan
pada jalanku Ya
Allah
Dan pada hari
ini,aku kembali
Dari kegelapan di
belakang batasan-
batasan agama
Dan hatiku kecewa
dan jalanku bingung
Dan aku telah
tenggelam tetapai
aku tidak
menyadarinya
Tiada penyelamatan
bagiku melainkan
Engkau …

Cinta vs nafsu Dan dosa

Kuingat,suatu waktu kau
pernah bertanya padaku...
"Mengapa kau
belaiku,melumat bibirku
senikmat itu?"
"Karna kuhanya ingin kau
dapatkan cinta dan nikmat
yang sudah
seharusnyalah milikmu"
Kau pun
mengangguk,setuju...
Seminggu yang lampau
kau bertanya pula
padaku...
"Mengapa slalu kau
memelukku erat dalam
dekapmu?"
"Karna kuhanya ingin usir
dinginmu,berikan hangat
yang sey0gyanya hanya
milikmu"
Kau pun
tersenyum,tersipu...
Kemarin lalu kau bertanya
lagi padaku...
"Mengapa kau lumat
tubuhku dengan
syahwatmu,perk0saku?"
"Karena aku hanya ingin
men0l0ngmu,penuhi
nafsumu,hasratmu yang
menggebu"
Kau menggelayut
manja,mencumbuku...
Sesaat tadi kamu bertanya
lagi padaku...
"Mengapa begitu mudah
kau
ingkariku,membunuh,me
ngoyak,memutilasi
ragaku?"
"Karena kuhanya ingin
tahu,apakah kau tersiksa
kubur setelah apa yang
kita lalui bersama?"
Dan wajahmu yang pucat
pun semakin pucat...
"Padahal sesungguhnya
bagi kamu ada (malaikat2)
yang mengawasi
(pekerjaanmu),yang mulia
(disisi Allah) dan yang
mencatat (pekerjaan2 itu)
,mereka mengetahui apa
yang kamu
kerjakan.Sesungguhnya
orang2 yang banyak
berbakti,benar2 berada
dalam surga yang penuh
kenikmatan.Dan
sesungguhnya orang2
yang durhaka benar2
berada dalam neraka".(Al-
Infithar:10-14)
"Wahai para
pemuda,barang siapa
diantara kamu mampu
menanggung biaya,maka
hendaklah menikah,karena
sesungguhnya menikah
itu dpat menutup
pandangan mata (maksiat)
dan dpat memelihara
kemaluan (dari maksiat)
dan barang siapa yang
tidak sanggup maka
berpuasalah,karena
berpuasa itu dpat
melemahkan syahwat
"(Hadits Abdillah bin
Mas'ud,dari Rasulullah
SAW)
"Dan barangsiapa yang
mengerjakan kejahatan
dan menganiaya
dirinya,kemudian ia
mem0hon ampun kepada
Allah,niscaya ia mendapati
Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang"(An-
Nisa':110)

DOSAKU

Ya Allah... Inilah hamba-
Mu
yang meratap mengharap
percikan cinta-Mu
Engkau tahu
betapa jelaga nista terus
memburu
dosa dan dosa dan dosa
melagukan sonata hawa
nafsu
kelu lidahku untuk
mengaku di hadapan-Mu
malu jiwaku untuk
menatap-Mu
.
Ya Allah...
Dalam gundah penuh
ragu aku menghampiri-
Mu
Menatap diriku sendiri
yang selalu berpaling
Sesekali dosa-dosa
kusesali
Tetapi berjuta kali kuulangi
Betapa daku harus
menghadap-Mu
Sedang seluruh syaraf
batinku hanyalah kisah
kepalsuan
Sungguh tiada yang
mendesakku, kecuali
sebuah pengampunan-Mu