Kuingat,suatu waktu kau
pernah bertanya padaku...
"Mengapa kau
belaiku,melumat bibirku
senikmat itu?"
"Karna kuhanya ingin kau
dapatkan cinta dan nikmat
yang sudah
seharusnyalah milikmu"
Kau pun
mengangguk,setuju...
Seminggu yang lampau
kau bertanya pula
padaku...
"Mengapa slalu kau
memelukku erat dalam
dekapmu?"
"Karna kuhanya ingin usir
dinginmu,berikan hangat
yang sey0gyanya hanya
milikmu"
Kau pun
tersenyum,tersipu...
Kemarin lalu kau bertanya
lagi padaku...
"Mengapa kau lumat
tubuhku dengan
syahwatmu,perk0saku?"
"Karena aku hanya ingin
men0l0ngmu,penuhi
nafsumu,hasratmu yang
menggebu"
Kau menggelayut
manja,mencumbuku...
Sesaat tadi kamu bertanya
lagi padaku...
"Mengapa begitu mudah
kau
ingkariku,membunuh,me
ngoyak,memutilasi
ragaku?"
"Karena kuhanya ingin
tahu,apakah kau tersiksa
kubur setelah apa yang
kita lalui bersama?"
Dan wajahmu yang pucat
pun semakin pucat...
"Padahal sesungguhnya
bagi kamu ada (malaikat2)
yang mengawasi
(pekerjaanmu),yang mulia
(disisi Allah) dan yang
mencatat (pekerjaan2 itu)
,mereka mengetahui apa
yang kamu
kerjakan.Sesungguhnya
orang2 yang banyak
berbakti,benar2 berada
dalam surga yang penuh
kenikmatan.Dan
sesungguhnya orang2
yang durhaka benar2
berada dalam neraka".(Al-
Infithar:10-14)
"Wahai para
pemuda,barang siapa
diantara kamu mampu
menanggung biaya,maka
hendaklah menikah,karena
sesungguhnya menikah
itu dpat menutup
pandangan mata (maksiat)
dan dpat memelihara
kemaluan (dari maksiat)
dan barang siapa yang
tidak sanggup maka
berpuasalah,karena
berpuasa itu dpat
melemahkan syahwat
"(Hadits Abdillah bin
Mas'ud,dari Rasulullah
SAW)
"Dan barangsiapa yang
mengerjakan kejahatan
dan menganiaya
dirinya,kemudian ia
mem0hon ampun kepada
Allah,niscaya ia mendapati
Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang"(An-
Nisa':110)
Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan. If you want something you ’ve never had, you must be willing to do something you ’ve never done.
Sabtu, 05 Maret 2011
DOSAKU
Ya Allah... Inilah hamba-
Mu
yang meratap mengharap
percikan cinta-Mu
Engkau tahu
betapa jelaga nista terus
memburu
dosa dan dosa dan dosa
melagukan sonata hawa
nafsu
kelu lidahku untuk
mengaku di hadapan-Mu
malu jiwaku untuk
menatap-Mu
.
Ya Allah...
Dalam gundah penuh
ragu aku menghampiri-
Mu
Menatap diriku sendiri
yang selalu berpaling
Sesekali dosa-dosa
kusesali
Tetapi berjuta kali kuulangi
Betapa daku harus
menghadap-Mu
Sedang seluruh syaraf
batinku hanyalah kisah
kepalsuan
Sungguh tiada yang
mendesakku, kecuali
sebuah pengampunan-Mu
Mu
yang meratap mengharap
percikan cinta-Mu
Engkau tahu
betapa jelaga nista terus
memburu
dosa dan dosa dan dosa
melagukan sonata hawa
nafsu
kelu lidahku untuk
mengaku di hadapan-Mu
malu jiwaku untuk
menatap-Mu
.
Ya Allah...
Dalam gundah penuh
ragu aku menghampiri-
Mu
Menatap diriku sendiri
yang selalu berpaling
Sesekali dosa-dosa
kusesali
Tetapi berjuta kali kuulangi
Betapa daku harus
menghadap-Mu
Sedang seluruh syaraf
batinku hanyalah kisah
kepalsuan
Sungguh tiada yang
mendesakku, kecuali
sebuah pengampunan-Mu
Langganan:
Komentar (Atom)