Kamis, 10 Maret 2011

AKU BENCI KAMU

Tuhan. . . Padamkanlah rasa
yang ada di hatiku sebelum
ia membakar seluruh
tubuhku, hapuskanlah
pikiranku sebelum ia
mengendalikan otakku.
Tenggelamkanlah jiwaku
sebelum jiwaku
memunculkan dirinya.
Pudarkanlah cinta dan
sayang ini sebelum ia
mewarnai hari-hariku.
Jahitlah mulutku sebelum ia
bertutur, butakanlah aku
sebelum aku melihatnya dan
tulikanlah aku sebelum
mendengarnya,
lenyapkanlah panca
inderaku ini untuknya
karena jika semua itu tak
terjadi, aku akan luluh lagi
karenanya.
Perasaanku yang dulu kuat
bagai batu untuknya kini
telah menjadi lumpur yang
sangat becek dibuatnya,
lemah dan tak berarti. Aku
berikan semua yang
dikehendaki olehnya tapi
kemudian setelah aku
lumpuh, dia masih tega
mengiris-irisku kemudian
menikamku dengan kata-
katanya, tak berartikah
semua yang telah kuberikan
untuknya.
Angin terlalu tinggi
membawanya ke angkasa
kini, tapi tak sadarkah ia
bahwa ketika ia semakin
tinggi dan kemudian ia
terjatuh maka ia akan
merasakan sakit yang amat
sangat karena jatuh dari
ketinggian langit tertinggi. Ia
kini buta akan tanah yang
telah membuatnya hidup,
lupa akan air yang
membuatnya tumbuh, lupa
akan rasa yang telah
memberinya kebahagiaan. Ia
kini merasa mampu
berpindah seenaknya dari
satu hati ke hati yang lain
dan melupakan kisah-kisah
yang membuatnya sangat
berarti dahulu. Apakah ia
bagai patung yang tak
memiliki rasa kini.
Matahari tak sehangat
dahulu, ia pun yang dulu
mulia kini lebih jahat dari
segala mahluk. Rasa, jiwa,
hati, mata, telinga, mulut
ataupun lidahnya tak lagi
menyinarkan kejujuran
bahkan nafasnya pun tak
harum lagi. Mengapa ia
sangat berubah dari yang
ku kenal dahulu, mengapa ia
terlalu murah untuk
mengumbar rasanya,
mengapa ia terlalu mudah
untuk dimiliki. Menyesallah
sebelum penyesalan
menjemputmu.
Mata ini terlalu perih untuk
melihat kenyataan hari ini,
telinga ini pun sakit
mendengarkan cerita duka
dunia ini, hati ini pun luka
mengetahui rasa yang
sebenarnya, semua
gerakan lidah tertuju
padanya. Tak tahukah dia
bahwa musuh tak selamanya
musuh dan sahabat tak
selamanya abadi karena roh
ini pun takkan selamanya
melekat di raga ini.
Semua dibawah langit
seakan dapat ditaklukkan
olehmu, sesungguhnya jika
engkau sadar bahwa hati-
hati yang mengisi hatimu kini
tenyata terlalu cepat
melupakanmu setelah
menghisap sari yang ada
dihatimu, itu karena mereka
cuma menginginkan
kenikmatan yang kemudian
menjadikanmu sampahnya
dan itu terjadi karena
mereka cuma mejadikanmu
mainan dari rasa-rasa
mereka. Tak pernahkah
engkau sadari arti hadirku
disini yang menawarkan
sejuta warna hati,
menyuguhkan kepercayaan
cinta sejati, dan mencoba
memberi kenyataan dari
mimpi-mimpimu. Aku telah
berusaha dengan amat
sangat merubah diriku
seperti keinginanmu demi
kesenaganmu, tapi engkau
justru mengangapku tak
ada seperti asap, seakan
tak berarti seperti
bayangan, tak
menghiraukanku bagai angin
lalu.
Kita lahir dari dada Tuhan
yang ditelurkan oleh jiwa
alam, kita merangkak
bersama, berjalan bersama
tetapi saat engkau berlari
meninggalkanku begitu jauh
dan kemudian hari yang
kejam itu pun memisahkan
kita dan menyesatkanmu.
Kenangan yang tertangkap
di dinding hari yang telah
kita lalui tak mampu
menyadarkanmu akan cinta
yang begitu tulus ini. Lupa,
lupa dan lupakah engkau
akan semua cerita dahulu,
buta, buta dan butakah
engkau akan kegemerlapan
cinta-cinta sesaat dan hati-
hati yang palsu serta rasa-
rasa yang semu. Jubah
impian belaka itu terlalu
tinggi menutupi pandangan
jiwamu.
Kata-katamu terlalu tajam
merobek hatiku, sikapmu
terlalu dalam menusuk
jiwaku, cintamu terlalu
mengoyak-ngoyak
pikiranku. Engkau
membuatku sakit tapi tak
dapat membunuhku dan aku
tak ingin engkau menjadi
penguasa raga maupun
pikiranku. Namun kesakitan
parah itu merubahku kini
serta engkau yang
membuatku harus
melupakanmu.
Walau hatiku mungkin
takkan pernah lagi dapat
engkau miliki tetapi aku
akan selalu ada untukkmu.
Yakinlah bahwa aku akan
tetap menyayangimu dan
takkan melupakan hati yang
dahulu mengisi
kebahagiaanku.
Melalui jendela langit aku
ingin selalu melihatmu …
melalui angin aku ingin
selalu mendengarmu …
melalui sinar matahari aku
ingin selalu mengetahui
rasamu … melalui bau hari
aku ingin engkau tahu
bahwa jiwaku masih milikmu
karena Angin itu telah
menerbangkan hatiku ke
rasa yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hy guyzzz ,,jangandd lupa d cment ea ;)